Nama :
Muhammad Umar Zaelani
Kelas : 1IC07
NPM : 25416133
Fak/Jur : Teknologi
Industri/Teknik Mesin
Tentang : Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kemiskinan sering sekali dikaitkan dengan ilmu pengetahuan.
Banyak orang yang menilai bahwa orang yang miskin itu berarti orang yang
memiliki ilmu pengetahuan yang kurang sehingga mereka tidak mampu untuk
mencapai penghasilan yang banyak, atau bahkan ereka cenderung malas untuk
bekerja.
Hal ini juga berkaitan dengan kebijakan-kebijakan baru yang
dikeluarkan oleh pemerintah terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Banyak orang yang terus menerus menggali ilmu utuk dapat menciptakan
sesuatu yang baru dan mempermudah pekerjaan individu atau kelompok. Tetapi
tanpa sadar memiliki dampak negatif bagi kalangan masyarakat tertentu. Sehingga
menyebabkan perekonomian yang tidak merata.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penulisan makalah kali ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
softskill Ilmu Sosial Dasar tentang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
memberikan informasi dan menjelaskan pengertian ilmu pengetahuan, teknologi,
dan juga Kemiskinan
BAB
II
2.1
Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu,sains,atau ilmu pengetahuan
adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,dan meningkatkan
pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi
ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan
kepastian dengan membatasi lingkup pandanganya, dan kepastian ilmu-ilmu
diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar
pengetahuan (knowlwdge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan
teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat
metode yang diakui dalam bidang tertentu. Dipandang dalam sudut filsafat, ilmu
terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh
Syarat
- Syarat Ilmu Pengetahuan :
1).
Objektif yaitu
Ilmu
harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama
sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam.
2). Metodis
yaitu
Merupakan upaya-upaya yang
dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam
mencari kebenaran.
3). Sistematis yaitu
Dalam perjalanannya mencoba
mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam
hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti
secara utuh, menyeluruh, terpadu, dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat
akibat menyangkut objeknya.
4). Universal yaitu
Kebenaran yang hendak
dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum.
Sumber
- Sumber Ilmu Pengetahuan :
1). Kabar yang dapat
dipercaya.
2). Indera lahir maupun
batin.
3). Akal berupa nalar
maupun intelektual.
4). Intuisi.
Jenis - Jenis Ilmu Pengetahuan :
1). Ilmu abadi
2). Ilmu yang dicari
2.2 Pengertian Teknologi
Teknologi merupakan
keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Pengetahuan teknologi oleh
manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.
Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan
ketersdiaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu
manusia dalam perjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan
teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan
internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan
manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua
teknologi digunakan untuk tujuan damai.
Sejarah
Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi
berlangsung secara evolutif. Sejak zaman romawi kuno pemikiran dan hasil
kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.
Secara etimologis, akar
kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau
metode rasional yang berkaitan dengan suatu objek, atau kecakapan tertentu,
atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni. Istilah
teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Pjilips pada tahun1706 dalam
sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi tentang seni-seni, khususnya mesin
(Technology: A description Of The Arts, Especially The Mechanical).
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi, yaitu :
1). Kemajuan teknologi yang
bersifat netral (neutral technological progress)
Terjadi bila tingkat
pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi
faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
2). Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological
progress
Kemajuan teknologi yang
terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya
secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai
dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
3). Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress)
Fenomena yang relatif
langka. Hal initerutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu
pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan
untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
2.3 Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan
dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan,
pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat
disebabkan kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses
terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan merupakan
masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyekif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan
dipahami dalam berbagai cara, yaitu :
1). Gambaran kekurangan materi.
2). Gambaran tentang
kebutuhan sosial.
3). Gambaran tentang
kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.
Penyebab Kemiskinan :
1). Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat
dari perilaku, pilihan atau kemampuan dari si miskin.
2). Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan
keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga tidak
sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
3). Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan
kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
4). Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orng
lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
5). Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan
hasil dari struktur social
Kesimpulan
Ilmu pengetahuan adalah suatu institusi kebudayaan,
suatu kegiatan manusia untuk mengetahui tentang diri sendiri dan alam
sekitarnya dengan tujuan untuk mengenal manusia sendiri, perubahan-perubahan
yang dialami dan cara mencegahnya, mendorong atau mengarahkannya, serta
mengenal lingkungan yang dekat dan jauh darinya, perubahan-perubahan lingkungan
dan variasinya, untuk memanfaatkan, menghindari dan mengendalikannya.
Hasil terapan pengembangan ilmu
pengetahuan lalu disebut dengan teknologi. Peradaban manusia sangat bergantung
kepada ilmu dan teknologi. Oleh karena itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi bersamaan dengan perkembangan waktu.
Dengan adanya ilmu pengetahuan
yang lama saat ini telah menjadi ilmu pengetahuan terapan, dan dikembangkan
dalam teknologi yang bertujuan untuk dimanfaatkan manusia.
Dari segi proses keberadaan ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan refleksi kejiwaan dari potensi dasar
manusia, yaitu cipta, rasa, karya, dan karsa. Dalam hal ini, kebudayaan sebagai
ekspresi penghayatan masyarakat tidak hanya ditandai oleh ketenangan/kemapanan
yang dapat menimbulkan kejutan dan bahkan gejolak social. Kejutan dan gejolak
social ini dalam arti yang positif menimbulkan inovasi, yaitu dengan memasukkan
nilai-nilai baru, dan renovasi, yaitu upaya penyegaran kembali serta pemberian
wajah baru pada nilai-nilai yang masih actual terhadap bentuk-bentuk semula
yang sudah usang dan tidak vocal lagi.
Daftar Pustaka