Nama :
Muhammad Umar Zaelani
Kelas : 1IC07
NPM : 25416133
Fak/Jur : Teknologi Industri/Teknik Mesin
NPM : 25416133
Fak/Jur : Teknologi Industri/Teknik Mesin
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Telah
kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang
selalu dikaitkan dengan masalah nilai, hal ini merupakan pengertian dari idiologis
dan kultural dari pada pengertian ini. Didalam masyarakat pemuda merupakan satu
identitas yang potensial sebagai penerus bangsa dan sumber insani bagi
pembangunan bangsanya karna pemuda sebagai harapan bangsa dapat menguasai masa
depan.
Pemuda adalah golongan manusia muda yang masih memerlukan bimbingan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang telah berlangsung, pemuda di Indonesia, ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Pemuda dalam pengertian yaitu manusia - manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci / diperjelas dan tersurat dengan pasti. Dilihat dari segi budaya atau fungsional nya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian seperti adanya :
Golongan anak dari umur: 0 – 12 tahun
Golongan remaja dari umur : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa dari umur : 18 (21) tahun keatas.
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber manusia paling muda, dari 16 – 21 tahun keatas dan dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan umur 18 - 21 tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik / pekerja keras di pemerintah maupun di swasta.
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi dahulu dan bersifat dewasa tidak bersifat kaya anak-anak.
Pemuda adalah golongan manusia muda yang masih memerlukan bimbingan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang telah berlangsung, pemuda di Indonesia, ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Pemuda dalam pengertian yaitu manusia - manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci / diperjelas dan tersurat dengan pasti. Dilihat dari segi budaya atau fungsional nya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian seperti adanya :
Golongan anak dari umur: 0 – 12 tahun
Golongan remaja dari umur : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa dari umur : 18 (21) tahun keatas.
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber manusia paling muda, dari 16 – 21 tahun keatas dan dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan umur 18 - 21 tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik / pekerja keras di pemerintah maupun di swasta.
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi dahulu dan bersifat dewasa tidak bersifat kaya anak-anak.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui bagaimana
proses sosialisasi pemuda.
2. Untuk mengetahui apa tujuan
pokok sosialisasi.
3. Mengetahui apa peranan
pemuda dalam masyarakat.
4. Mengetahui apa saja potensi
generasi pemuda.
5. Mendeskripsikan bagaimana
pengembangan potensi generasi muda.
6. Mengetahui apa saja masalah
generasi muda.
7. Untuk mengetahui apa faktor
penyebab permasalahan generasi pemuda.
8. Untuk mengetahui apa saja
usaha untuk menanggulangi masalah generasi muda.
BAB
II
Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi seorang pemuda akan
terwarnai cara berpikir dan kebiasaan – kebiasaan dalam hidupnya. Dengan
demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan / ditebak. Dengan proses
sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di
tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau
belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan
kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini
sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan
menyesuaikan diri, bagaiman cari hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar
dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai -nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari.
Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai -nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari.
Proses sosialisasi juga adalah proses pembentukan sikap
atau perilaku loyalitas sosial. Loyalitas sosial atau kesetiaan sosial adalah
perkembangan dari sikap saling menerima dan saling memberi kearah yang lebih
baik. Kita sangat mudah melihatnya pembentukan kesetiaan sosial ini adalah
dalam keluarga. Setiap anggota keluarga selalu setia sesamanya. Di dalam
kelompok dan masyarakat juga kesetiaan sosial ini berkembang, sebagai dasar kesatuan
dan persatuan dalam masyarakat. Dengan kata lain kesetianan sosial berkembang
mulai dari kelompok yang sederhan hingga kelompok yang lebih luas.
Tujuan Pokok Sosialisasi :
1. Individu
harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan
kelak di masyarakat.
2. Individu
harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
3. Pengendalian fungsi-fungsi
organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4. Bertingkah laku secara
selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga
atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
Peran Pemuda Dalam
Pembangunan Masyarakat , Bangsa dan Negara
Sosialisasi geenerasi muda khususnya mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini.
Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 ternyata perlu dihargai dengan pengorbanan yang tinggi. Oleh karena setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi yang bersifat politik maupun militer, diantaranya KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang didirikan oleh mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Sosialisasi geenerasi muda khususnya mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini.
Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 ternyata perlu dihargai dengan pengorbanan yang tinggi. Oleh karena setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi yang bersifat politik maupun militer, diantaranya KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang didirikan oleh mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Kesimpulan
Peran pemuda dalam pembangunan masyarakat
adalah sebagai contoh bagi kalangan pemuda yang akan datang. Dan mempunyai
Potensi- Potensi yang dapat dikembangkan pada generasi muda seperti idealisme
dan daya kritis, dinamika atau kreativitas, dan keberanian untuk mengambil
resiko.
Daftar Pustaka
https://www.academia.edu/9602075/PEMUDA_DAN_SOSIALISASI


Silahkan Anda Berkomentar, Peraturan :
- Tidak Boleh Spamming
- Gunakan Bahasa Yang Baik dan Benar
- kalau mau copy atau maupun itu, codenya saja, sertakan sumber link aktif
- Tidak Boleh Menyautkan Link Aktif
- Berkomentarlah Dengan Relavan
- Berkomentar Harus Sesuai Topik Peringatan: Link aktif otomatis akan terhapus Peringatan: Link aktif otomatis akan terhapus
Terima kasih